WONOSOBO – Suasana hari libur tidak menyurutkan semangat produktivitas di Rumah Tahanan Negara Wonosobo.
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian melalui budidaya pertanian hidroponik pakcoy dan perikanan sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan pada senin (16/02/2026).

Pada kegiatan tersebut, warga binaan melakukan perawatan tanaman pakcoy hidroponik dengan pengecekan instalasi, pengontrolan kadar nutrisi air, serta pembersihan area tanam guna memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal. Sistem hidroponik yang diterapkan memungkinkan tanaman tumbuh lebih efisien, higienis, dan bernilai ekonomis.

Selain itu, pembinaan juga dilaksanakan di sektor perikanan dengan budidaya ikan nila. Warga binaan melakukan pengecekan kondisi kolam, kualitas air, serta pemberian pakan secara terjadwal. Kegiatan ini bertujuan melatih kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab dalam mengelola usaha perikanan.

Kepala Rumah Tahanan Negara Wonosobo menyampaikan bahwa pembinaan tetap berjalan meskipun hari libur karena proses pembelajaran dan pembentukan karakter tidak mengenal waktu.
“Melalui pembinaan hidroponik pakcoy dan budidaya ikan nila ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka memiliki kemampuan untuk mandiri dan produktif, ” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan serta optimalisasi lahan yang ada di lingkungan rutan. Dengan semangat konsistensi dan kerja sama, Rumah Tahanan Negara Wonosobo terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berdampak nyata bagi masa depan warga binaan.
(Humas Rutan Wonosobo)
