Wonosobo — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wonosobo terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu inovasi yang saat ini dijalankan adalah budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang dikelola secara terpadu dengan melibatkan petugas, WBP, serta peserta magang. (03/01).
Kegiatan budidaya maggot ini dilaksanakan di area pembinaan kemandirian Rutan Kelas IIB Wonosobo. Para WBP dilatih untuk mengelola media budidaya, mulai dari proses persiapan bahan organik, pembibitan, hingga pemanenan maggot. Peserta magang juga turut dilibatkan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan dan penguatan kerja sama di bidang pembinaan.

Petugas Rutan Kelas IIB Wonosobo berperan sebagai pembimbing teknis yang memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur. Program ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan kerja kepada WBP, tetapi juga mendukung pengelolaan lingkungan melalui pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak bernilai ekonomis.

Kepala Rutan Kelas IIB Wonosobo, Wahyu Budi Heriyanto, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan bermanfaat.
“Budidaya maggot ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah organik. Kami berharap ilmu yang mereka peroleh dapat menjadi bekal keterampilan setelah bebas nanti, ” ujar Wahyu Budi Heriyanto.

Budidaya maggot dikenal sebagai salah satu solusi ramah lingkungan yang mampu mengurangi timbunan sampah organik. Hasil panen maggot nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak, sekaligus membuka peluang usaha produktif.
Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Wonosobo menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan kompetensi kerja sebagai bekal kehidupan sosial ekonomi di masa depan.
(Humas Rutan Wonosobo)
