Wonosobo — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wonosobo menerima kunjungan dari Unsiq Halal Center pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 09.30 WIB hingga selesai.
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka pendampingan dan peninjauan proses pengajuan Sertifikasi Halal dan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) terhadap produk UMKM Bolu Gulung “Bina Rasa” yang merupakan hasil karya warga binaan Rutan Wonosobo.

Kegiatan berlangsung di dapur UMKM Rutan Wonosobo dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan yang mengikuti program pembinaan kemandirian.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan didampingi oleh peserta magang dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta diawasi secara langsung oleh staf Pelayanan Tahanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tim dari Unsiq Halal Center melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap alur produksi Bolu Gulung Bina Rasa, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan peralatan, hingga penerapan standar sanitasi dan higienitas lingkungan dapur.
Selain itu, tim juga memberikan pendampingan teknis serta masukan terkait kelengkapan dokumen dan pemenuhan persyaratan administratif dalam proses sertifikasi Halal dan PIRT.
Kepala Rutan Kelas IIB Wonosobo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas produk hasil pembinaan warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan produk UMKM hasil karya warga binaan tidak hanya layak jual, tetapi juga memenuhi standar keamanan pangan dan kehalalan. Pendampingan dari Unsiq Halal Center ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk Bina Rasa, ” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Unsiq Halal Center menjelaskan bahwa proses sertifikasi Halal dan PIRT merupakan bagian penting dalam menjamin mutu produk.
“Melalui kunjungan ini, kami melakukan verifikasi lapangan sekaligus memberikan pendampingan agar proses produksi Bolu Gulung Bina Rasa telah sesuai dengan standar halal dan ketentuan pangan yang berlaku. Kami berharap produk ini dapat segera memperoleh sertifikasi sehingga memiliki daya saing yang lebih luas, ” tuturnya.
Sementara itu, salah satu staf Pelayanan Tahanan Rutan Wonosobo menegaskan bahwa kegiatan pembinaan kemandirian ini juga menjadi sarana pembentukan kedisiplinan dan tanggung jawab warga binaan.
“Seluruh kegiatan kami awasi secara langsung agar berjalan sesuai prosedur. Dengan adanya pembinaan UMKM seperti ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga pengalaman kerja yang bermanfaat setelah bebas nanti, ” jelasnya.
Melalui kegiatan kunjungan dan pendampingan ini, Rutan Wonosobo berharap produk UMKM Bolu Gulung Bina Rasa dapat segera memperoleh Sertifikasi Halal dan PIRT, sehingga mampu memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan nilai ekonomis produk. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Rutan Wonosobo dalam mendukung program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas.
(Humas Rutan Wonosobo)
